Januari 01, 2013

HNY 2013

Dalam menyambut tahun baru kali ini, apa yang saya lakukan agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya saya habiskan banyak waktu di luar rumah, namun kali ini saya pilih kamar sebagai lokasi sakral melewati pergantian tahun. 

Belakangan saya memang lagi banyak tugas. Dari sore semuanya belum selesai. Akhirnya kini kebablasan sampai tengah malam. 

Anyway, selamat tahun baruan ya teman-teman. Semoga di tahun yang baru ini kita sebagai individu mampu menjadi pribadi yang lebih mulia. Dan sebagai sebuah bangsa, semoga negara tercinta ini senantiasa mendapat perlindungan dan kasih sayang Allah SWT sepanjang waktu, Aamiin.

Oleh-Oleh Tahun Baru

Desember 17, 2012

Desember

Desember kali ini begitu banyak ujian yang Allah SWT berikan pada kami. Sejak awal bulan hingga memasuki hari ke tujuh belas, silih berganti cobaan demi cobaan datang menghampiri dan enggan berhenti. Ketika masalah yang satu belum selesai, sudah datang masalah yang lain.

Namun tidak mengapa. Sumber dibalik semua peristiwa yang terjadi maupun tidak adalah Allah SWT. Maka sudah tentu akan datang banyak kemudahan dari tiap kesulitan. Kami cukup berprasangka baik pada-Nya. Meyakini bahwa datangnya ujian tidak lain hanya untuk mengukur sejauh mana kadar keimanan kami sebagai seorang muslim.

Tuhanku, semoga tiap ujian yang datang meninggalkan hikmah dan pembelajaran yang bisa kami petik, agar kami naik kelas di mata Mu.

Diakhir tulisan, kami berdoa: Semoga Ibu dan Bapak tetap saling mencintai. Semoga Opa tenang di sana. Semoga sahabat saya, Ferry kuat menjalani Kemoterapinya. Dan semoga Ibumu cepat diberi kesembuhan. Aamiin. 

November 20, 2012

Untitled

Kemarin, teman SD saya melangsungkan pernikahan. Namanya Mutiara. Selamat ya Mut..

Saya bahagia lihat perempuan yang sejak kecil dikenal sebagai siswi paling lincah dan pecicilan di kelas itu, sekarang telah duduk manis di bangku pelaminan bersama pendamping hidupnya. Siapa sangka bahwa ternyata dia mendahului kami? heheh..

Anyway dalam banyak doa, saya selalu memohon kemurahan hati Allah SWT untuk memberikan karunia-Nya yang lain bagi saya, yakni sebuah keluarga Islam yang sehat dan bahagia. Dimana kelak saya menjadi suami yang baik bagi istri yang solehah. Juga menjadi bapak yang teladan bagi anak-anak kami yang lucu, cerdas dan berakhlakul karimah.

Tentu semua itu tidak simsalabim lalu jadi. Saya perlu meningkatkan kualitas iman dan takwa setiap waktu. Karena memang itulah satu-satunya jalan. Semoga saja Allah SWT menitipkan wanita yang betul-betul baik. Baik bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk anak-anak kami kelak. Aamiin..

Hakikatnya, menjadi seorang pemimpin dalam rumah tangga adalah impian setiap laki-laki.

November 15, 2012

Selamat Berjuang, Pahlawan!

Rabu kemarin saya bolos kelas Hukum Bisnis karena ingin kasih support secara langsung di GBK untuk Timnas INDONESIA. Sebetulnya rada berat harus absen kuliah, tapi faktanya saya tidak punya pilihan. Saat ini Timnas kita sangat butuh dukungan penuh masyarakat. Sebagai anak bangsa yang tidak berkesempatan membela ibu pertiwi dari atas rumput lapangan, setidaknya dari tribun penontonlah saya harus berbakti.

Situasi sulit sepak bola kita yang tak kunjung membaik, membuat masyarakat akhirnya memilih untuk menepi dari hingar bingar senayan. GBK seolah diasingkan. Tidak ada lagi kemeriahan, yel-yel, terompet, flare, nyanyian, dll. Tidak ada lagi tempat untuk menaruh garuda di dada mereka, bangsa Indonesia. Entah sampai kapan situasi busuk ini terus berlangsung.

Padahal tidak sampai dua pekan lagi event sepak bola paling prestisius se-Asia Tenggara, AFF 2012 akan segera dihelat. Katanya kita haus gelar? Katanya kita mau mengunci Trophy AFF 2012 jadi milik Indonesia? Lantas apakah adil menuntut Timnas menjadi juara, sementara berdoa saja pun kita enggan!!
Dari tribun VIP, wajah saya pucat pasi melihat situasi GBK kemarin sore. Sulit menerima kenyataan bahwa para pemain berjuang seorang diri. Mereka berlari, bertabrakan, dan terjatuh di atas lapangan tanpa doa dan dukungan penuh masyarakat. Padahal sejatinya untuk kitalah tropy itu mati-matian DIPERJUANGKAN.

Bayangkan betapa hancurnya hati para pemain. Disaat mereka harus mewujudkan impian dua ratus ribu lebih bangsa ini, ternyata feedback yang datang untuk meneriakan kata 'INDONESIA!' hanya dua ribu pasang mata saja. Ironi. Kita mempertanyakan nasionalisme para pemain di lapangan, namun apakah kita sudah cukup baik dari mereka?

Kenapa pemain yang dicaci? Padahal pangkal masalahnya bukan pada mereka, tapi tuan-tuan berdasi yang mengatasnamakan kepentingan bangsa itulah yang justru mengoyak-ngoyak keutuhan dan keharmonisan sepak bola Indonesia.

Perseteruan elitlah yang membuat kompetisi berantakan, Timnas menjadi dua, dan kita pun tak luput menjadi korban sekaligus pelaku adu domba. Kita menghukum pemain yang memperkuat timnas dengan tidak datang ke stadion. Tapi kita pun mengutuk mereka yang tidak memehuhi panggilan negara. Persetan bukan?!

Sekarang mari kita sudahi perdebatan publik yang panjang ini. Sudah saatnya kita bangkit bersama-sama! Lupakan KPSI-PSSI. Lupakan atribut klub. Yang ada hanya TIMNAS INDONESIA!

Tidak ada aksi yang lebih patriotik, nasionalis, dan mulia yang bisa kita lakukan sebagai suporter Timnas sekaligus anak bangsa, selain dengan terus mendukung setiap laga Timnas Indonesia dengan sepenuh hati. Yakinlah, apapun yang terjadi dengan bangsa ini nantinya, garuda harus tetap di dada kita. Titik!

Oktober 29, 2012

Doakan, ya?

Halo M, maafkan sahabatmu yang ganteng ini ya sudah dengan lancang menghilang tanpa ada sebab, tanpa ada kabar, tanpa ada kepastian pula kapan akan kembali. Sulit M menjelaskan bagaimana hal-hal yang menjadi prioritas dalam hidup ini, seolah nampak dinomor sekiankan.

Hari ini ada cerita yang ingin saya bagi ke kamu. Kabar terbaru mengenai teka-teki akan kemana saya magang sudah mulai menemukan titik terang. Saya melabuhkan pilihan hati pada sebuah emiten besar! Sungguh, semata-mata ini adalah kebaikan dan kemurahan hati Allah Swt pada hamba-Nya.

Saya harus menunjukan sikap penghormatan yang penuh dan tulus pada setiap orang di sana untuk bisa diterima dengan baik. Seandainya itu dipadukan dengan niatan, rasa ihklas, kesabaran, serta upaya untuk senantiasa mau belajar, belajar, dan belajar, pasti kombinasi ini akan menghasilkan gelombang power yang besar.

Wuih, jadi tidak sabar menanti waktu dimana saya akan mulai berkemeja rapi, menanggalkan kumis, jenggot, serta rambut panjang yang serba awut-awutan ini! hehe..

Sudah dulu ya M. Lain waktu saya upayakan untuk cerita lebih banyak ke kamu. Sekarang saya harus kembali fokus belajar, sedang middle test. Doakan, ya?

Saat mahasiswa baru grogi menghadapi uts pertamanya, saya grogi menghadapi uts untuk terakhir kalinya.